JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) menegaskan pentingnya sinergi antara unsur sipil dan militer sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas serta memperkuat ketahanan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah forum diskusi kebangsaan yang membahas tantangan keamanan dan pembangunan di era modern.
Dalam kesempatan itu, Wamendagri menyebut bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai dinamika, mulai dari ancaman disintegrasi hingga tantangan non-militer seperti krisis ekonomi dan bencana alam.
“Sinergi sipil dan militer bukan hanya soal keamanan, tetapi juga menyangkut pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sangat strategis dalam mendukung program-program pemerintah, terutama di daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan dan penguatan stabilitas.
Menurutnya, keterlibatan aparat dalam kegiatan sosial, penanganan bencana, serta pengamanan wilayah telah menunjukkan bahwa sinergi tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya tetap menjaga profesionalisme dan batas kewenangan masing-masing institusi.
Para peserta forum turut menyoroti bahwa kerja sama lintas sektor harus terus diperkuat melalui komunikasi yang efektif dan koordinasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, potensi konflik dapat diminimalisir dan respons terhadap berbagai ancaman bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
Pemerintah berharap, sinergi sipil-militer yang solid akan menjadi pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman, damai, dan kondusif bagi pembangunan nasional.
















