JAKARTA — Menteri Perindustrian (Menperin) menegaskan bahwa pendidikan vokasi kini menjadi program prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor industri. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus berkembang seiring dengan transformasi industri.
Dalam keterangannya, Menperin menyebut bahwa link and match antara dunia pendidikan dan industri harus diperkuat agar lulusan vokasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, telah menggandeng berbagai pelaku industri untuk terlibat langsung dalam penyusunan kurikulum hingga pelatihan praktik.
“Pendidikan vokasi bukan lagi pilihan kedua, melainkan menjadi tulang punggung dalam mencetak tenaga kerja siap pakai,” ujarnya.
Program ini juga mencakup peningkatan fasilitas pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta kerja sama dengan perusahaan nasional dan multinasional. Dengan demikian, lulusan vokasi diharapkan mampu bersaing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar global.
Selain itu, pemerintah turut mendorong penguatan politeknik dan sekolah kejuruan sebagai pusat pengembangan keterampilan teknis. Fokus utama diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti manufaktur, otomotif, elektronik, hingga industri berbasis teknologi.
Menperin menambahkan, penguatan pendidikan vokasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas industri nasional. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara industri maju.
Pemerintah optimistis bahwa melalui program ini, kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja dapat ditekan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
















