Bandung, 30 Agustus 2025 – Sejak fajar menyingsing, Lapangan Sindangreret, Pamengpeuk, Kabupaten Bandung, sudah dipenuhi derap langkah masyarakat yang antusias mengikuti giat sosial satu tahun ASBI Foundation. Acara yang dimulai pukul 06.00 pagi hingga selesai sore hari ini bukan sekadar perayaan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang merangkul semua kalangan.
Dari berbagai rangkaian kegiatan, khitan massal gratis menjadi sorotan utama. Ratusan anak hadir bersama orang tua mereka, menanti giliran untuk mendapatkan layanan medis. Di balik terselenggaranya khitan massal ini, sosok Bang Jago (Niko) tampil sebagai penggerak utama yang memastikan acara berjalan lancar.
Sebagai Dewan Pengawas ASBI Foundation, Bang Jago (Niko) tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi benar-benar terjun langsung mengawal jalannya khitan massal. Ia bersama dr. Irwan dan tim medis mendampingi anak-anak dengan penuh perhatian, menenangkan yang masih takut, sekaligus memberi semangat agar mereka merasa lebih berani.
“Khitan adalah salah satu ikhtiar menjaga kesehatan dan menjalankan sunnah. Bagi saya, kebahagiaan terbesar adalah melihat senyum anak-anak setelah dikhitan dan lega orang tua karena merasa terbantu. Inilah arti perjuangan sosial yang sesungguhnya,” ujar Bang Jago penuh haru.
Khitan Sebagai Titik Balik Sosial

Khitan massal ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan dan solidaritas. Banyak keluarga merasa sangat terbantu karena keterbatasan biaya yang selama ini menjadi hambatan. Dengan adanya acara ini, mereka bisa melaksanakan kewajiban agama sekaligus menjaga kesehatan anak-anak tanpa harus memikirkan biaya yang memberatkan.
Bagi ASBI Foundation, khitan massal menjadi titik prioritas utama karena menyentuh kebutuhan langsung masyarakat kecil. Tak heran, di tengah ramainya kegiatan lain, khitan massal selalu dipenuhi peserta.
Rangkaian Acara yang Kaya Makna

Selain khitan, giat sosial ini juga diperkaya dengan berbagai kegiatan bernuansa religius dan kebudayaan. Dari tabligh akbar bersama Ustadz Ucu Najmudin, penampilan nasyid modern Nahawan Voice, nasyid dari Yayasan Al Marwah, hingga atraksi pencak silat Putra Pusaka Sunda dan marching band yang memeriahkan suasana.
Acara ini juga menjadi momentum berbagi, melalui *santunan anak yatim, serta wakaf Mushaf Al-Qur’an yang difasilitasi Expedisi Al-Qur’an. Semua itu melengkapi wajah sosial ASBI Foundation yang bukan hanya hadir di bidang kesehatan, tetapi juga di sisi spiritual dan pendidikan.
UMKM Turut Diberdayakan

Tak ketinggalan, Bazar UMKM dari Paguyuban Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) dan masyarakat setempat ikut meramaikan acara. Dari aneka kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga kebutuhan sandang, semuanya disajikan sebagai bagian dari semangat kemandirian ekonomi warga. Kehadiran bazar ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial bisa beriringan dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Dukungan dari Berbagai Pihak

Kesuksesan acara tidak terlepas dari kolaborasi banyak pihak. Dukungan datang dari Rumah Yatim Bandung, Bang Jago (Niko) selaku Dewan Pengawas, Carissa Clinic Banjaran sebagai mitra medis, Asep Sound, NF Production 10 penyedia panggung, tenda, dan sound, Rumah Jahit Reydsta, Trijangkar Jearsy yang mendukung seragam dan perlengkapan acara, PT RRI sebagai media partner, serta Karang Taruna RW 08 Desa Sukasari menjadi bagian penting dari keberlangsungan acara. Mereka bahu-membahu mendukung kelancaran acara, baik dari sisi teknis maupun fasilitas.
Rasa Syukur dan Apresiasi

Founder ASBI Foundation, Kang Danu, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. Ia menekankan bahwa di tengah keterbatasan, masih ada orang-orang yang mau berkorban dengan hati tulus, salah satunya adalah Bang Jago.
“Kami menyaksikan bagaimana Bang Jago (Niko) bukan hanya mendukung dengan kata-kata, tetapi juga berjuang bersama di lapangan. Saat banyak yang me
milih diam, beliau hadir membawa semangat. Inilah teladan bahwa perjuangan sosial bukan tentang siapa yang beruang, tapi siapa yang mau berjuang,” tutur Kang Danu.
Pesan Penutup
Acara yang berlangsung hingga sore hari ini pun ditutup dengan doa bersama. Senyum anak-anak peserta khitan, bahagia orang tua, dan rasa haru para relawan menjadi penanda bahwa satu tahun perjalanan ASBI Foundation telah menorehkan jejak kepedulian yang nyata.
Lebih dari sekadar perayaan, acara ini menjadi pengingat bahwa perjuangan sosial hanya bisa bertahan dengan keikhlasan, kebersamaan, dan pengorbanan, bukan semata-mata karena banyaknya dana.















