• Latest
  • Trending

Disangka karena Nama Mirip Keluarga Protes Penangkapan AG Tak Ada Bukti Prosedurnya Aneh

Agustus 7, 2025
Diduga Dikelola Sinaga & Sihombing, AWI Rohil Desak Kapolda Tutup Penampungan CPO Ilegal

Diduga Dikelola Sinaga & Sihombing, AWI Rohil Desak Kapolda Tutup Penampungan CPO Ilegal

Oktober 22, 2026
Tim JaksaAgung Muda Pidana Militer Audiensi dengan Pangdam I/BB di Medan

Tim JaksaAgung Muda Pidana Militer Audiensi dengan Pangdam I/BB di Medan

Oktober 22, 2026
Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Oktober 21, 2026
Keluarga Besar ARRA LAW FIRM Pererat Silahturahmi dan Persaudaraan

Keluarga Besar ARRA LAW FIRM Pererat Silahturahmi dan Persaudaraan

Oktober 20, 2026
Diduga Wanita Pelakor Berinisial FFR Oknum Pegawai BJB Cabang Rangkasbitung, Konon Kabarnya Pindah Ke BB Cabang Rangkasbitung

Diduga Wanita Pelakor Berinisial FFR Oknum Pegawai BJB Cabang Rangkasbitung, Konon Kabarnya Pindah Ke BB Cabang Rangkasbitung

Oktober 20, 2026
Peternak Ikan Terancam Bangkrut Kerugian Puluhan Juta Diduga Akibat Dampak Dari Bedolan Ciujung Pamarayan

Peternak Ikan Terancam Bangkrut Kerugian Puluhan Juta Diduga Akibat Dampak Dari Bedolan Ciujung Pamarayan

Oktober 18, 2026
Meriahkan HUT Ke-26 Banten, Wagub Dimyati Jadikan Catur Cerminan Kerja Birokrasi

Meriahkan HUT Ke-26 Banten, Wagub Dimyati Jadikan Catur Cerminan Kerja Birokrasi

Oktober 8, 2026
Pers GWI dan Kepolisian: Membangun Komunikasi Humanis dan Transparan Bagi Masyarakat Cilegon

Pers GWI dan Kepolisian: Membangun Komunikasi Humanis dan Transparan Bagi Masyarakat Cilegon

Oktober 7, 2026
Wagub Dimyati Paparkan Strategi Pemprov Banten Perkuat Ketahanan Pangan ke Peserta Sespimti Polri

Wagub Dimyati Paparkan Strategi Pemprov Banten Perkuat Ketahanan Pangan ke Peserta Sespimti Polri

Oktober 7, 2026
Musim Hujan Mundur hingga Desember, Pemprov Banten Siagakan Modifikasi Cuaca

Musim Hujan Mundur hingga Desember, Pemprov Banten Siagakan Modifikasi Cuaca

Oktober 7, 2026
Strategi Pemprov Banten 2027: Tekan Kemiskinan lewat SDM Unggul dan Infrastruktur

Strategi Pemprov Banten 2027: Tekan Kemiskinan lewat SDM Unggul dan Infrastruktur

Oktober 6, 2026
Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Banten Tertinggi Kedua se-Indonesia

Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Banten Tertinggi Kedua se-Indonesia

Oktober 6, 2026
Retail
Jumat, Oktober 23, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI/Polri
  • Umum
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Agama
  • Ekonomi
No Result
View All Result
KPN News
No Result
View All Result

Disangka karena Nama Mirip Keluarga Protes Penangkapan AG Tak Ada Bukti Prosedurnya Aneh

by admin
Agustus 7, 2025
in Umum
0

KPN news // Pontianak, Kalimantan Barat – 6 Agustus 2025 Keluarga besar AG menyatakan keberatan atas penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian pada Sabtu malam, 1 Agustus 2025. Mereka menegaskan bahwa AG tidak terlibat dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang tengah diselidiki oleh Polresta Pontianak. Dalam keterangan pers yang disampaikan kepada awak media pada Rabu (6/8), pihak keluarga menyebut penangkapan tersebut sarat kejanggalan dan tidak sesuai dengan prosedur hukum.

Kasus ini bermula dari laporan SA, seorang nenek yang mengantar cucunya ke polisi untuk melaporkan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak, pada 18 September 2024. Laporan tersebut tercatat dalam dokumen resmi Laporan Polisi Nomor: LP/B/346/IX/2024/SPKT/Polresta Pontianak/Polda Kalbar.

YOU MAY ALSO LIKE

Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Meriahkan HUT Ke-26 Banten, Wagub Dimyati Jadikan Catur Cerminan Kerja Birokrasi

Dalam laporan awal, SA mengira pelaku adalah seorang anak bernama Asa, putra kandung AG. Dugaan tersebut muncul karena kemiripan nama antara “Asa” dan nama yang disebutkan oleh korban, yakni “Bang CA”.

Namun dalam penelusuran lanjutan, korban dengan tegas menyatakan bahwa pelaku yang dimaksud bukan Asa, melainkan seseorang yang dipanggil “Bang CA”. Dari sinilah, menurut pihak keluarga AG, laporan sempat diarahkan secara keliru ke rumah AG.

“Kesalahan awal mungkin bisa dipahami, tapi setelah korban memperjelas bahwa pelaku adalah Bang CA, kenapa justru AG yang ditangkap?” ujar salah satu perwakilan keluarga.

Pihak keluarga menyoroti proses penangkapan AG yang dilakukan tanpa pemanggilan resmi sebelumnya. Pada hari yang sama, istri dan anak AG sempat diperiksa oleh penyidik dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB dan dipulangkan tanpa status hukum. Namun, malam harinya, AG langsung ditangkap.

“Ini prosedur yang sangat janggal. Penetapan tersangka harusnya melalui proses pemanggilan, pemeriksaan, baru penetapan. Ini justru sebaliknya,” kata keluarga.

Kendati surat penangkapan ditunjukkan, keluarga menilai tidak ada bukti kuat yang mendasari penetapan AG sebagai tersangka. Mereka juga mempertanyakan mengapa CA yang sejak awal disebut oleh korban belum diproses secara bersamaan.

Salah satu poin yang paling dipertanyakan keluarga adalah perubahan keterangan dari korban. Dalam keterangan awal, korban secara langsung menyebut nama dan menunjuk sosok CA sebagai pelaku, bahkan rekaman pernyataan itu diklaim telah dimiliki oleh keluarga.

“Kami punya bukti video bahwa korban menyebut CA dengan jelas. Tapi tiba-tiba keterangan berubah dan AG yang dituduh. Ini aneh dan tidak adil,” ujar NA, istri AG.

Keluarga juga menyebut bahwa dari 11 orang yang telah diperiksa termasuk AG dan CA tidak ada satu pun saksi yang secara eksplisit mengarahkan tuduhan ke AG. Selain itu, pemeriksaan terhadap para terduga juga telah dilakukan menggunakan alat pendeteksi kebohongan (lie detector), namun hasilnya belum dibuka ke publik hingga saat ini.

Pemeriksaan juga melibatkan sejumlah ahli, antara lain: dr. Arie Rakhmini, Sp.KK, spesialis kulit dan kelamin, dr. Natalia Widjaya, Sp.FM, dokter forensik, dan Citra Amelia, S.Psi, M.Psi, psikolog klinis

Namun demikian, belum ada satu pun keterangan resmi dari kepolisian yang menyebutkan keterlibatan AG secara jelas.

Dengan sejumlah kejanggalan dan lemahnya bukti tersebut, keluarga AG menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk membela nama baik dan mendapatkan keadilan. Mereka juga menyerukan kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar turut memberikan perhatian terhadap kasus yang menimpa masyarakat kecil seperti mereka di Kalimantan Barat.

“Kami mohon keadilan. Kami mohon Presiden Prabowo Subianto dan semua aparat penegak hukum bertindak netral dan adil. Jangan sampai ada korban salah tangkap karena miskin atau tak berdaya,” kata NA.

Keluarga menegaskan bahwa mereka tidak berniat menghalangi proses hukum, namun berharap agar asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi. Mereka juga meminta proses hukum berjalan secara profesional, terbuka, dan tanpa intervensi pihak manapun.

Sumber : Orang Tua Korban dan Istri Korban

NA (Istri AG)

ShareSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

No Result
View All Result

Recent News

Diduga Dikelola Sinaga & Sihombing, AWI Rohil Desak Kapolda Tutup Penampungan CPO Ilegal

Diduga Dikelola Sinaga & Sihombing, AWI Rohil Desak Kapolda Tutup Penampungan CPO Ilegal

Oktober 22, 2026
Tim JaksaAgung Muda Pidana Militer Audiensi dengan Pangdam I/BB di Medan

Tim JaksaAgung Muda Pidana Militer Audiensi dengan Pangdam I/BB di Medan

Oktober 22, 2026
Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Oktober 21, 2026
KPN News

© 2026 Kompas Penjuru Nusantara - Website by D-IT Development

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI/Polri
  • Umum
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Agama
  • Ekonomi

© 2026 Kompas Penjuru Nusantara - Website by D-IT Development