• Latest
  • Trending

Genap Sebulan Berlalu, Duka Ibu Leni: Balita Meninggal Usai Diduga Salah Penanganan di RS Ananda Babelan

Januari 21, 2026
Sidang UU ITE Memanas! Hartono Tanuwidjaja Bongkar Saksi Berlindung di Balik Data Pribadi

Sidang UU ITE Memanas! Hartono Tanuwidjaja Bongkar Saksi Berlindung di Balik Data Pribadi

Oktober 26, 2026

Kapolsek Labuan Menjadi Pembina Upacara Di MTS 2 Labuan Pandeglang

Oktober 26, 2026
Festival Qasidah Rebana DPD LASQI Nusantar Jaya Jakarta Utara, Babak Kebangkitan Seni Nasional

Festival Qasidah Rebana DPD LASQI Nusantar Jaya Jakarta Utara, Babak Kebangkitan Seni Nasional

Oktober 25, 2026
ARRA Law Firm & Associates Gelar Family Gathering di Puncak, Rayakan Ulang Tahun Pendiri

ARRA Law Firm & Associates Gelar Family Gathering di Puncak, Rayakan Ulang Tahun Pendiri

Oktober 25, 2026
Soroti Dugaan Masalah Perizinan dan Kualitas Air,  KNPI Pandeglang Desak OPD Bertindak tegas

Soroti Dugaan Masalah Perizinan dan Kualitas Air, KNPI Pandeglang Desak OPD Bertindak tegas

Oktober 25, 2026
Permudah Akses dan Dongkrak Ekonomi, Warga Dukung Pembangunan Jalan Bang Andra

Permudah Akses dan Dongkrak Ekonomi, Warga Dukung Pembangunan Jalan Bang Andra

Oktober 25, 2026

Seorang Ibu Angkat Bicara Terkait Berita Akun Tiktok Serang Timur Yang Diduga Menayangkan Berita Tak Berimbang

Oktober 24, 2026
Diduga Dikelola Sinaga & Sihombing, AWI Rohil Desak Kapolda Tutup Penampungan CPO Ilegal

Diduga Dikelola Sinaga & Sihombing, AWI Rohil Desak Kapolda Tutup Penampungan CPO Ilegal

Oktober 22, 2026
Tim JaksaAgung Muda Pidana Militer Audiensi dengan Pangdam I/BB di Medan

Tim JaksaAgung Muda Pidana Militer Audiensi dengan Pangdam I/BB di Medan

Oktober 22, 2026
Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Oktober 21, 2026
Keluarga Besar ARRA LAW FIRM Pererat Silahturahmi dan Persaudaraan

Keluarga Besar ARRA LAW FIRM Pererat Silahturahmi dan Persaudaraan

Oktober 20, 2026
Diduga Wanita Pelakor Berinisial FFR Oknum Pegawai BJB Cabang Rangkasbitung, Konon Kabarnya Pindah Ke BB Cabang Rangkasbitung

Diduga Wanita Pelakor Berinisial FFR Oknum Pegawai BJB Cabang Rangkasbitung, Konon Kabarnya Pindah Ke BB Cabang Rangkasbitung

Oktober 20, 2026
Retail
Selasa, Oktober 27, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI/Polri
  • Umum
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Agama
  • Ekonomi
No Result
View All Result
KPN News
No Result
View All Result

Genap Sebulan Berlalu, Duka Ibu Leni: Balita Meninggal Usai Diduga Salah Penanganan di RS Ananda Babelan

by admin
Januari 21, 2026
in Nasional
0

Kompas Penjuru Nusantara Kabupaten Bekasi — Genap satu bulan berlalu, duka mendalam masih menyelimuti Ibu Leni (36), warga Babelan, Kabupaten Bekasi. Buah hatinya, RAS (1 tahun 7 bulan), meninggal dunia usai menjalani perawatan dan tindakan operasi di RS Ananda Babelan pada Desember 2025 lalu. Keluarga menduga adanya kelalaian medis dalam proses penanganan sang anak.

 

YOU MAY ALSO LIKE

ARRA Law Firm & Associates Gelar Family Gathering di Puncak, Rayakan Ulang Tahun Pendiri

Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

 

Kepada awak media, Ibu Leni menuturkan kronologi bermula pada Minggu, 7 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WIB, saat RAS mengalami muntah-muntah sejak subuh. Khawatir dengan kondisi anaknya, orang tua membawa RAS ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Ananda Babelan.

 

 

“Di IGD dokter bilang anak saya tidak demam, hanya muntah-muntah. Bahkan sempat disarankan boleh pulang dan diberi obat,” ujar Leni.

 

 

Namun karena merasa cemas, orang tua meminta agar RAS dirawat inap dan ditempatkan di ruang VIP 10. Selama perawatan, anak tersebut dipasang infus dan diberikan beberapa suntikan obat melalui infusan.

 

 

Leni mengaku sempat mempertanyakan jenis obat yang diberikan perawat.

 

 

“Saya tanya, ini obat apa? Dijawab obat anti mual, anti muntah, lambung, dan parasetamol. Saya bilang anak saya tidak demam. Kok suntikannya banyak sekali, padahal umur anak saya baru satu tahun lebih,” tuturnya.

 

 

Tak lama berselang, perawat kembali meminta izin untuk menyuntikkan antibiotik. Leni langsung menyampaikan bahwa anaknya memiliki alergi terhadap antibiotik. Namun setelah suntikan pertama diberikan, tak lama kemudian keluar darah dari anus anaknya.

 

 

“Saya panik. Tapi perawat bilang itu mungkin bakteri yang keluar,” katanya.

 

 

Beberapa jam kemudian, antibiotik kembali disuntikkan untuk kedua kalinya. Reaksi serupa kembali terjadi, darah keluar tanpa disertai feses. Merasa kondisi anaknya semakin memburuk, Leni meminta agar pemberian antibiotik dihentikan.

 

 

Keesokan paginya, Leni bertemu dokter jaga dan kembali menegaskan agar antibiotik tidak diberikan karena alergi. Setelah itu, RAS disebut sempat menunjukkan kondisi membaik. Hasil USG pertama juga dinyatakan normal, sehingga orang tua merasa lega melihat anaknya kembali aktif dan ceria.

 

 

Namun situasi berubah pada Selasa. Dokter anak memanggil orang tua dan menyatakan RAS harus kembali diberi antibiotik karena diduga mengalami infeksi bakteri. Orang tua menolak dan meminta pemeriksaan ulang karena kondisi anak sudah membaik sejak antibiotik dihentikan.

 

 

“Saya sudah bilang anak saya alergi obat, dan keadaannya membaik. Tapi permintaan kami seperti tidak didengar,” ungkap Leni.

 

 

Menurut pengakuan orang tua, saat Leni bergantian menjaga dengan suaminya, anak kembali disuntik antibiotik tanpa sepengetahuan keluarga. Setelah itu, kondisi RAS mendadak drop, mengeluarkan banyak darah, dan perutnya membesar.

 

 

USG kedua pun dilakukan dengan hasil menyebutkan kondisi usus sudah rusak dan harus segera dioperasi. Operasi dilakukan dan selesai sekitar pukul 02.00 WIB. RAS kemudian dirawat di ruang ICU. Namun pada 10 Desember 2025, sekitar pukul 06.00 WIB, RAS dinyatakan meninggal dunia.

 

 

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga mengaku sangat terpukul dan kecewa terhadap pelayanan rumah sakit. Bersama kuasa hukum, orang tua korban mendatangi pihak RS Ananda Babelan untuk meminta pertanggungjawaban.

 

 

“Pihak rumah sakit hanya menyampaikan permintaan maaf dan menawarkan fasilitas pengobatan gratis jika ada keluarga yang sakit. Itu saja,” terang Leni saat diwawancarai media, Minggu (18/01/2026).

 

 

Media juga telah mendatangi RS Ananda Babelan untuk melakukan konfirmasi. Namun pihak keamanan rumah sakit menyampaikan agar konfirmasi dilakukan kembali pada hari Senin.

 

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen RS Ananda Babelan.

 

 

Keluarga berharap pemerintah, khususnya instansi terkait di bidang kesehatan, dapat melakukan evaluasi dan pengawasan serius agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. ( Redaksi )

ShareSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

No Result
View All Result

Recent News

Sidang UU ITE Memanas! Hartono Tanuwidjaja Bongkar Saksi Berlindung di Balik Data Pribadi

Sidang UU ITE Memanas! Hartono Tanuwidjaja Bongkar Saksi Berlindung di Balik Data Pribadi

Oktober 26, 2026

Kapolsek Labuan Menjadi Pembina Upacara Di MTS 2 Labuan Pandeglang

Oktober 26, 2026
Festival Qasidah Rebana DPD LASQI Nusantar Jaya Jakarta Utara, Babak Kebangkitan Seni Nasional

Festival Qasidah Rebana DPD LASQI Nusantar Jaya Jakarta Utara, Babak Kebangkitan Seni Nasional

Oktober 25, 2026
KPN News

© 2026 Kompas Penjuru Nusantara - Website by D-IT Development

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI/Polri
  • Umum
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Agama
  • Ekonomi

© 2026 Kompas Penjuru Nusantara - Website by D-IT Development