• Latest
  • Trending

Tragedi Pembunuhan, Korban Sempat Lindungi Anak Sebelum Tewas Ditikam di Depan Gereja Katolik : Keluarga Tekan Polisi Segera Tangkap Pelaku

Januari 18, 2026
Sidang UU ITE Memanas! Hartono Tanuwidjaja Bongkar Saksi Berlindung di Balik Data Pribadi

Sidang UU ITE Memanas! Hartono Tanuwidjaja Bongkar Saksi Berlindung di Balik Data Pribadi

Oktober 26, 2026

Kapolsek Labuan Menjadi Pembina Upacara Di MTS 2 Labuan Pandeglang

Oktober 26, 2026
Festival Qasidah Rebana DPD LASQI Nusantar Jaya Jakarta Utara, Babak Kebangkitan Seni Nasional

Festival Qasidah Rebana DPD LASQI Nusantar Jaya Jakarta Utara, Babak Kebangkitan Seni Nasional

Oktober 25, 2026
ARRA Law Firm & Associates Gelar Family Gathering di Puncak, Rayakan Ulang Tahun Pendiri

ARRA Law Firm & Associates Gelar Family Gathering di Puncak, Rayakan Ulang Tahun Pendiri

Oktober 25, 2026
Soroti Dugaan Masalah Perizinan dan Kualitas Air,  KNPI Pandeglang Desak OPD Bertindak tegas

Soroti Dugaan Masalah Perizinan dan Kualitas Air, KNPI Pandeglang Desak OPD Bertindak tegas

Oktober 25, 2026
Permudah Akses dan Dongkrak Ekonomi, Warga Dukung Pembangunan Jalan Bang Andra

Permudah Akses dan Dongkrak Ekonomi, Warga Dukung Pembangunan Jalan Bang Andra

Oktober 25, 2026

Seorang Ibu Angkat Bicara Terkait Berita Akun Tiktok Serang Timur Yang Diduga Menayangkan Berita Tak Berimbang

Oktober 24, 2026
Diduga Dikelola Sinaga & Sihombing, AWI Rohil Desak Kapolda Tutup Penampungan CPO Ilegal

Diduga Dikelola Sinaga & Sihombing, AWI Rohil Desak Kapolda Tutup Penampungan CPO Ilegal

Oktober 22, 2026
Tim JaksaAgung Muda Pidana Militer Audiensi dengan Pangdam I/BB di Medan

Tim JaksaAgung Muda Pidana Militer Audiensi dengan Pangdam I/BB di Medan

Oktober 22, 2026
Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bank Banten dan BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Oktober 21, 2026
Keluarga Besar ARRA LAW FIRM Pererat Silahturahmi dan Persaudaraan

Keluarga Besar ARRA LAW FIRM Pererat Silahturahmi dan Persaudaraan

Oktober 20, 2026
Diduga Wanita Pelakor Berinisial FFR Oknum Pegawai BJB Cabang Rangkasbitung, Konon Kabarnya Pindah Ke BB Cabang Rangkasbitung

Diduga Wanita Pelakor Berinisial FFR Oknum Pegawai BJB Cabang Rangkasbitung, Konon Kabarnya Pindah Ke BB Cabang Rangkasbitung

Oktober 20, 2026
Retail
Rabu, Oktober 28, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI/Polri
  • Umum
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Agama
  • Ekonomi
No Result
View All Result
KPN News
No Result
View All Result

Tragedi Pembunuhan, Korban Sempat Lindungi Anak Sebelum Tewas Ditikam di Depan Gereja Katolik : Keluarga Tekan Polisi Segera Tangkap Pelaku

by admin
Januari 18, 2026
in Daerah, Nasional, Peristiwa, TNI/Polri
0

 

Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya — Peristiwa penikaman yang menewaskan seorang perempuan muda di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Minggu pagi (18/01/2026), mengguncang warga Kabupaten Sorong. Keluarga korban mendesak aparat Polres kabupaten Sorong bertindak cepat untuk menangkap pelaku yang hingga kini masih dalam pelarian.

YOU MAY ALSO LIKE

Sidang UU ITE Memanas! Hartono Tanuwidjaja Bongkar Saksi Berlindung di Balik Data Pribadi

Festival Qasidah Rebana DPD LASQI Nusantar Jaya Jakarta Utara, Babak Kebangkitan Seni Nasional

Korban diketahui bernama Cristina Ewit Syufi (22). Ia tewas bersimbah darah setelah ditikam oleh seorang pria yang diduga kuat merupakan mantan suaminya, berinisial MS. Aksi brutal itu terjadi saat korban hendak mengikuti ibadah Minggu pagi bersama anaknya.

Pihak keluarga menyebut bahwa pembunuhan tersebut bukan peristiwa mendadak. Kakak korban, Maria Syufi, mengungkapkan bahwa adiknya telah lama hidup dalam bayang-bayang ancaman sejak berpisah dengan pelaku. Bahkan, keluarga mengklaim pernah mendengar langsung pengakuan terkait ancaman tersebut dari pihak keluarga pelaku sendiri.

“Ini bukan emosi sesaat. Ada riwayat kekerasan dan ancaman yang terus berulang. Kami minta polisi melihat ini sebagai kejahatan serius terhadap perempuan,” ujar Maria dengan nada tegas.

Menurut penuturan keluarga, konflik rumah tangga korban dan pelaku dipicu oleh persoalan orang ketiga. Sejak berpisah, korban disebut kerap menerima tekanan psikologis hingga ancaman fisik. Namun, korban tetap berusaha menjalani hidup normal demi anaknya.

Berdasarkan keterangan saksi dan data awal kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIT. Saat korban tiba di area gereja menggunakan jasa transportasi daring. Sesampainya di depan gerbang, korban terlihat ragu turun dari kendaraan setelah mengetahui keberadaan mantan suaminya di sekitar lokasi.

Sopir transportasi daring berinisial LR, yang menjadi saksi mata, mengatakan bahwa saat itu korban tampak ketakutan, bahkan ia sempat meminta sopir menunggu beberapa saat sebelum akhirnya memutuskan turun dari mobil.

Tak lama kemudian, pelaku mendekati korban dan secara tiba-tiba melakukan penikaman menggunakan senjata tajam. Meski dalam kondisi terluka parah, korban masih sempat berusaha menyelamatkan diri sambil menggendong anaknya dan berlari ke arah halaman pintu gereja untuk meminta pertolongan.

Namun langkah korban terhenti. Ia terjatuh di halaman gereja dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri menggunakan kendaraan jenis Hilux berwarna hitam.

Polres Sorong yang menerima laporan segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengumpulkan keterangan saksi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit umum kabupaten Sorong untuk keperluan visum dan penyelidikan lanjutan.

Pihak kepolisian menyatakan telah mengantongi identitas terduga pelaku dan saat ini tengah melakukan pengejaran. Polisi juga menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus ini secara profesional dan transparan.

“Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menelusuri jejak pelaku dan motif kejadian. Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan,” ujar kasat reskrim Polres kabupaten Sorong.

Sementara itu, keluarga korban berharap aparat penegak hukum bergerak cepat agar pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka juga meminta agar tragedi ini menjadi perhatian serius semua pihak terkait perlindungan terhadap perempuan korban kekerasan.

“Nyawa adik kami hilang di tempat ibadah, di depan banyak orang. Kami ingin keadilan ditegakkan dan pelaku tidak dibiarkan bebas,” tutup Maria.

(TK)

ShareSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

No Result
View All Result

Recent News

Sidang UU ITE Memanas! Hartono Tanuwidjaja Bongkar Saksi Berlindung di Balik Data Pribadi

Sidang UU ITE Memanas! Hartono Tanuwidjaja Bongkar Saksi Berlindung di Balik Data Pribadi

Oktober 26, 2026

Kapolsek Labuan Menjadi Pembina Upacara Di MTS 2 Labuan Pandeglang

Oktober 26, 2026
Festival Qasidah Rebana DPD LASQI Nusantar Jaya Jakarta Utara, Babak Kebangkitan Seni Nasional

Festival Qasidah Rebana DPD LASQI Nusantar Jaya Jakarta Utara, Babak Kebangkitan Seni Nasional

Oktober 25, 2026
KPN News

© 2026 Kompas Penjuru Nusantara - Website by D-IT Development

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI/Polri
  • Umum
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Agama
  • Ekonomi

© 2026 Kompas Penjuru Nusantara - Website by D-IT Development