Kompas Penjuru Nusantara Bekasi – Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar yang dikelola oleh PT PLN Nusantara Power. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/1/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pengelolaan sektor energi nasional, khususnya pembangkit strategis yang menopang sistem interkoneksi Jawa–Madura–Bali (Jamali). PLTGU Muara Tawar dinilai memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional, terutama bagi wilayah dengan beban tertinggi seperti Jabodetabek.
Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan bahwa PLTGU Muara Tawar berfungsi sebagai pembangkit cadangan berreaksi cepat (peaker) sekaligus follower plant yang mampu merespons lonjakan kebutuhan daya maupun gangguan sistem dalam waktu singkat. Menurutnya, pembangkit ini tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga dikelola dengan tata kelola yang baik serta telah mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“PLTGU Muara Tawar terbukti memiliki tingkat kesiapan tinggi dalam menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk dampak cuaca ekstrem dan perubahan iklim,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, tingkat keandalan PLTGU Muara Tawar tercatat berada pada kisaran 94 hingga 96 persen. Capaian tersebut mencerminkan kesiapan unit dan sistem operasional yang solid. Komisi XII DPR RI pun mendorong agar modernisasi teknologi dan peremajaan peralatan terus dilakukan demi menjaga efisiensi pembangkit sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyampaikan bahwa PLTGU Muara Tawar merupakan aset strategis nasional yang dioperasikan dengan mengedepankan keandalan, keselamatan, dan keberlanjutan. Dengan kapasitas terpasang lebih dari 2.559 MW dan terhubung ke sistem transmisi 500 kV, pembangkit ini menjadi tulang punggung pengamanan sistem kelistrikan Jabodetabek.
“Didukung teknologi fast response gas turbine serta fasilitas CNG Plant untuk pemulihan sistem saat kondisi darurat seperti blackout, PLTGU Muara Tawar secara konsisten menjaga kesiapan unit di atas 90 persen sesuai standar North American Electric Reliability Corporation (NERC),” jelas Ruly.
Ia menambahkan, peningkatan performa pembangkit merupakan bukti kapabilitas dan kompetensi sumber daya manusia PLN Nusantara Power. Hal ini sekaligus menunjukkan kesiapan perusahaan untuk berkontribusi tidak hanya pada pembangkit milik sendiri, tetapi juga dalam meningkatkan kinerja pembangkit swasta demi mewujudkan pasokan listrik nasional yang andal dan berkelanjutan.(Red)














